Khotbah Pemberlakuan Tata Gereja GMIST 2025
Rabu, 1 April 2026
Pemb. Alk. : Roma 12:4-8
Disusun Oleh: Pdt. Dr. Welman Boba
Tema: GMIST TERATUR PASTI BERTUMBUH
Ayat 5:
“Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus, tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.”
Hari ini adalah hari yang bersejarah di GMIST: 1 April 2026, hari mulai diberlakukannya Tata Gereja (Tager) GMIST 2025 di seluruh wilayah pelayanan GMIST. Tanggal pemberlakuan ini adalah amanat Sidang Istimewa Sinode (SIS) di GMIST Jemaat Imanuel Tahuna pada 16-18 September 2025. Tata Gereja GMIST 2025 bukan sekadar kumpulan bab, pasal, dan ayat saja. Ia, sebagaimana dinyatakan dalam pembukaannya pada alinea pertama adalah uraian tentang Pengakuan iman GMIST tentang Gereja.
Mengawali khotbah ini, perlu dikutip alinea pertama dalam kata pengantar Tata Gereja GMIST 2025 berikut ini: “Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) sesuai credo alkitabiahnya adalah Tubuh Kristus sōma Christou (σῶμα Χριστοῦ) (1 Kor. 12:27). Analogi dengan anatomi-biologis ini hendak memberitahukan bahwa di dalam gereja, sebagaimana halnya tubuh, ada sistem beragam fungsi, tetapi tertata dengan rapi dan teratur yang bergerak sesuai tugasnya. Tatanan sistim yang teratur ini menjadi penunjang utama aktivitas, gerakan hidup, dan pertumbuhannya. Sebagai tubuh, gereja mempunyai Kepala, yang adalah Yesus Kristus sendiri. Dialah Tuhan dan Kepala GMIST (Ef. 1:22-23). Pengakuan ini tidak dapat dibantah, karena gereja berdiri atas kehendak Yesus: “… di atas batu karang ini, Aku akan mendirikan gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya“ (Mat. 16:18). Ayat bacaan yang menjadi tumpuan khotbah kita di hari ini mencatat “…Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus, tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain…” “Kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain’ - to de kath’ heis allēlōn melē (τὸ δὲ καθ’ εἷς ἀλλήλων μέλη). Ini hendak menyaksikan bahwa keteraturan yang dimiliki gereja dan atau jemaat adalah keteraturan beragam peran dan fungsi. Bahwa setiap pribadi yang adalah anggota di dalam gereja atau jemaat memendam potensi energi-yang bersinergi secara timbal balik. Roma 12:4-8 ini hendak menjelaskan bahwa gereja dan atau jemaat seperti tubuh manusia yang tersusun dan terangkai dalam banyak anggota dengan beragam fungsi, tidak bergerak untuk kepentingan diri sendiri. Ia bergerak dan bersinergi secara timbal balik demi satu tujuan, yakni kehidupan.
Dan, kehidupan pasti selalu bergerak. Hidup tidak pernah stuck (tidak bergerak). Ia terus bergerak. Tanda bahwa organisme itu hidup ialah gerak pertumbuhannya. Jika tidak, ia bukan lagi hidup, melainkan mati. Pertumbuhan mensyaratkan perubahan setiap saat. Dalam organisme hidup terjadi pembelahan sel setiap detik. Karena itu benarlah bahwa keteraturan gerak sinergi yang terus bertumbuh, yang terus mengalami perubahan menandakan adanya kehidupan.
“GMIST teratur, pasti bertumbuh” – tema khotbah di hari pemberlakuan Tager GMIST 2025 ini mengajak kita untuk memahami bahwa keteraturan dan pertumbuhan yang harus terjadi di GMIST adalah kehendak Tuhan. Ia tidak semata-mata usaha manusia. Keteraturan dan pertumbuhan terutama adalah karunia Allah yang merengkuh kerapuhan manusiawi kita. Karunia Allah yang bersinergi dengan kerapuhan manusia itulah yang melahirkan aturan bagi pertumbuhan iman kita. Keteraturan dan pertumbuhan ini tidak hanya menjaga agar tubuh Kristus tetap sehat, tetapi sekali lagi, ia adalah tanda kehidupan. Keteraturan dalam gereja bukan hanya soal sistem, melainkan juga karakter pelayan. Gereja tidak akan bertumbuh jika pelayan tidak bertanggung jawab, tidak setia, jemaat tidak terlibat. Gereja akan bertumbuh jika: Semua melayani dengan tertib, semua menjalankan peran dengan sukacita. GMIST teratur sama dengan GMIST bertumbuh. Pertumbuhan gereja bukan hanya soal jumlah, melainkan soal pertumbuhan iman, pertumbuhan kasih, dan pertumbuhan pelayanan.
Mulai hari ini, kita akan menjalankan penyelenggaraan pelayanan kita yang berpatokan pada Tata Gereja GMIST 2025. Kiranya Allah yang kita sembah dan muliakan dalam Yesus yang adalah Tuhan dan Kepala Gereja mengaruniakan kesanggupan dan kesetiaan kita menjalankan aturan yang telah kita sepakati bersama dengan penuh tanggung jawab sebagai anggota tubuh Kristus. Mawu manentanude manga elang-Nge.
TATA IBADAH PEMBERLAKUAN TATA GEREJA
GEREJA MASEHI INJILI SANGIHE TALAUD 2025
Rabu, 1 April 2026
DISUSUN OLEH PDT. ROVIE F. MARDESA, M.TEOL.
Tema:
"GMIST TERATUR PASTI BERTUMBUH"
(Roma 12:4-8)
Penjelasan:
MPJ dapat menyesuaikan Nyanyian dalam Tata Ibadah ini.
Diharapkan Kostor dapat menyediakan satu meja khusus untuk menempatkan Tata Gereja 2025 dan lilin berwarna putih sebagai simbol terang pada perjalanan bersama (ukuran menyesuaikan) yang diletakkan di depan.
Pengaturan teknis pelaksanaan memerhatikan surat edaran Majelis Pekerja Sinode GMIST.
Panggilan Beribadah: (Berdiri)
Liturgos : Marilah kita mensyukuri kasih dan pemeliharaan Tuhan yang sudah menyertai dinamika pelayanan GMIST, sehingga boleh menyelesaikan, menetapkan, dan kini hendak memberlakukan Tata Gereja 2025.
Jemaat menyanyikan Kidung Jemaat no. 242:102 "Muliakan Allah Bapa"
(Sementara menyanyi Pelayan Firman/PF diantar menuju Mimbar Pelayanan)
1. Muliakanlah Allah Bapa, muliakan Putr'a-Nya, muliakan
Roh Penghibur, Ketiganya Yang Esa! Haleluya, puji Dia
Kini dan selamanya!
2. Muliakan Raja Kasih yang menjadi Penebus,
yang membuat kita waris Kerajaan-Nya terus.
Haleluya, puji Dia, Anakdomba yang kudus!
--- Lonceng Ketiga dibunyikan ---
Tahbisan:
PF : Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, yang tetap setia untuk selama-lamanya dan tidak meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara sekalian.
Jemaat : Amin
(Jemaat duduk)
Kelompok Pemuji (Paduan Suara, Vocal grup, solo, dll)
Sesuai pengaturan MPJ setempat
Pengakuan Dosa Dan Berita Anugerah
Liturgos : Ya Allah yang Mahakudus, Engkau telah memanggil gereja-Mu untuk menjadi saksi kebenaran dan cermin ketertiban surgawi di tengah dunia yang kacau. Namun, kami mengakui sering kali kami lebih mencintai kehendak kami sendiri daripada kehendak-Mu.
Jemaat : Kami mengaku bahwa kami sering mengabaikan firman-Mu sebagai kompas tertinggi dan lebih memilih mengikuti hikmat duniawi dalam mengatur kehidupan berjemaat.
Liturgos : Kami mengaku bahwa dalam melayani, kami sering terjebak dalam perselisihan, mementingkan kedudukan, dan mengabaikan kasih. Kami mengakui kegagalan mencerminkan tubuh Kristus yang teratur dan harmonis.
Jemaat : Ampunilah kami, ya Tuhan, karena kami sering menjadikan aturan gereja hanya sebagai deretan kata tanpa jiwa dan melupakan arti berjalan bersama dalam kesepakatan.
PF : Sebagai pemimpin dan pelayan, kami mengaku terkadang kami memerintah dengan tangan besi atau justru membiarkan ketidaktertiban merajalela karena ketakutan kami pada manusia. Kami melupakan bahwa Engkaulah satu-satunya Raja atas gereja ini.
Jemaat : Kasihanilah kami, ya Kristus. Sucikanlah hati kami saat kami menerima Tata Gereja yang baru ini. Jangan biarkan kami menyembah aturan, tetapi biarlah aturan ini memimpin kami untuk semakin menyembah dan menaati Engkau.
Semua : Ya Roh Kudus, baharuilah kami. Taklukkanlah keangkuhan kami di bawah kedaulatan Kristus. Biarlah segala tata tertib yang kami jalankan semata-mata menjadi alat anugerah untuk kemuliaan nama-Mu yang kudus, dari sekarang sampai selama-lamanya. Amin.
Nyanyian Penyesalan: KJ. No. 24b:1, 3 “Dari Lembah sengsaraku”
1. Dari lembah sengsaraku 'ku berseru, ya Tuhan! Dengarlah suara hamba-Mu, doaku pun kabulkan! Jikalau kesalahanku terus teringat olehMu, tak dapat 'ku bertahan.
3. 'Ku menantikan-Mu teguh, rahmat-Mu kudambakan; tak kuandalkan jasaku, firman-Mu kuharapkan. Lebih dari pengawal pun menunggu fajar bertekun, kutunggu Dikau, Tuhan!
Berita Anugerah:
PF : Bagi yang mengaku dosa dengan tulus ikhlas dihadapan Tuhan, dengarkanlah berita anugerah ini: “Sebab karena anuegrah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, supaya tidak ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup didalamnya. ” (Efesus 2:8-10)
Liturgos : Jemaat menyanyi KJ no. 38:1-2 “T’lah kutemukan dasar kuat”
1. T'lah kutemukan dasar kuat, tempat berpaut jangkarku.
Kekal, ya Bapa, Kau membuat PutraMu dasar yang teguh:
Biarpun dunia lenyap, pegangan hidupku tetap!
2. Itulah rahmat yang abadi, yang melampaui akalku:
Tuhan, Kaurangkul dalam kasih pedosa yang menjauhiMu!
HatiMu iba tergerak mencari aku yang sesat.
Pelayanan Firman
PF : Berdoa, membaca Alkitab: Roma 12:4-8, Khotbah
Prosesi Pemberlakuan Tata Gereja
MPJ : Membacakan Surat Keputusan Sinode GMIST tentang: Penetapan dan Pemberlakukan Tata Gereja 2025 dilanjutkan dengan pembacaan “Pembukaan Tata Gereja GMIST 2025”
PENEGUHAN KOMITMEN MEMBERLAKUKAN TATA GEREJA 2025
PF : "Saudara-saudara sebagai pelayan khusus, di hadapan Allah yang Mahatahu dan di depan jemaat-Nya yang kudus jawablah beberapa pertanyaan ini.
Pertama: Apakah saudara mengaku bahwa Alkitab adalah satu-satunya norma yang tertinggi dan saudara berjanji bahwa dalam menjalankan Tata Gereja ini saudara akan selalu menjunjung tinggi otoritas firman Tuhan di atas segala aturan manusia?
Kedua: Apakah saudara bersedia menerima Tata Gereja ini sebagai panduan yang sah dalam mengatur kehidupan berjemaat, serta berjanji untuk melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran demi menjaga kekudusan jabatan yang telah dipercayakan kepada Saudara?
Ketiga: Apakah saudara berjanji untuk menggunakan Tata Gereja ini sebagai sarana untuk membangun tubuh Kristus, menjaga perdamaian, dan mencegah perpecahan, demi kemuliaan nama Tuhan?
Pelsus : “Dengan pertolongan Allah saya mengaku setia pada firman Tuhan dan bersedia menjalankan Tata Gereja 2025 dengan segenap hatiku.”
PF : Bagi Saudara-saudari warga jemaat, jawablah pertanyaan ini:
Pertama: Apakah saudara menerima Tata Gereja ini sebagai tatanan yang bertujuan agar segala sesuatu di dalam jemaat berlangsung dengan sopan dan teratur, demi pertumbuhan iman dan kesaksian kita di dunia ini?
Kedua: Apakah saudara berjanji untuk mendukung para pelayan Tuhan dalam melaksanakan aturan ini, serta bersedia ditegur dan dibimbing berdasarkan ketentuan yang telah disepakati bersama ini demi kemuliaan Kristus?
Jemaat : “Ya, kami mengakuinya dengan syukur dan janji setia di dalam pertolongan Allah.”
PF : Berdoa bagi pemberlakuan Tata Gereja 2025
Liturgos : Jemaat menyanyi KJ 252: 1-2 “Batu Penjuru Gereja”.
1. Batu penjuru G'reja dan dasar yang esa, yaitu
Yesus Kristus, Pendiri umat-Nya. Dengan kurban darah-Nya
gereja ditebus; baptisan dan firman-Nya membuat-Nya kudus.
2. Terpanggil dari bangsa seluruh dunia, manunggallah gereja
ber-Tuhan yang Esa. Aneka kurnianya, esa baptisannya,
esa perjamuannya, esa harapannya.
Persembahan:
Liturgos : Sementara jemaat mempersembahkan persembahan, marilah kita menyanyi KJ. no. 405:1-5 “kaulah ya Tuhan surya hidupku”
1. Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku; asal Kau ada, yang lain
tak perlu. Siang dan malam Engkau kukenang; di hadiratMu jiwaku tenang!
2. Kaulah Hikmatku, Firman hidupku; Kau besertaku dan 'ku
besertaMu. Engkau Bapaku, aku anakMu; denganMu, Tuhan, 'ku satu penuh.
3. Kaulah bagiku tempat berteduh; Kaulah perisai dan benteng teguh. Sukacitaku kekal dalamMu; Kuasa sorgawi,
Engkau kuasaku!
4. Tak kuhiraukan pujian fana; hanya Engkaulah pusaka
baka! Raja di sorga, Engkau bagiku harta abadi, bahagia penuh!
5. Bila saatnya 'ku menang, t'rimalah daku di sorga cerlang!
Apa pun kini hendak kutemu, Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku!
Doa Syafaat
PF : (Berdoa)
Pengutusan Dan Berkat: (Berdiri)
Liturgos : Jemaat menyanyi KJ. no. 249 "Serikat persaudaraan"
1. Serikat persaudaraan, berdirilah teguh! Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah, dikuatkan iman, Berdamai, bersejahtera, dengan pengasihan.
2. Serikatmu tetap teguh diatas Alasan, yaitu satu Tuhanmu, dan satulah iman, dan satu juga baptisan dan Bapa satulah, yang olehmu sekalian dipuji, disembah.
3. Dan masing-masing kamu pun dib'ri anugerah, supaya kamu bertekun dan rajin bekerja. Hendaklah hatimu rendah, tahu: Tuhan berpesan
Jemaat menurut firmanNya berkasih-kasihan.
PF : Terimalah berkat Tuhan: Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
Jemaat : menyanyi KJ 478 c "Amin, Amin, Amin"


(Jemaat Duduk)
--- Saat teduh / Selesai ---