HTATA IBADAH SYUKUR
HARI ULANG TAHUN KE-75
PELAYANAN KELUARGA IBU

10 Februari 2026

(Disusun Oleh Pdt. Joudy Lalenoh, S.Th.)

PANGGILAN BERBAKTI
Liturgos : Marilah menghaturkan syukur dalam penyembahan kepada Allah yang mulia, kepada Dia yang telah memperkenankan Pelayanan Keluarga Ibu Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud menapaki tahun ke-75 melalui karya pelayanan, Persekutuan, dan kesaksiannya. Ibadah ini dimulai dan sekalian kita diminta berdiri sambil berkidung:

PKJ No 2 “MULIA, MULIA NAMA-NYA”

Mulia, mulia nama-Nya. Bagi Yesus kemuliaan, puji, sembah! Mulia kekuasaan-Nya, membri berkat bagi jemaat, bersyukurlah! Refr: Pujilah tinggikanlah Rajamu Yesus. Dialah selamanya Sang Raja benar! Mulia, mulia nama-Nya! Sang Penebus, Mahakudus, Mahabesar.

TAHBISAN DAN SALAM

PF : Hanya dalam ke-Tritunggalan Allah Bapa, Anak, dan Roh kudus ibadah syukur Hari Ulang Tahun ke-75 Pelayanan Keluarga Ibu GMIST ditahbiskan. Amin.

PF : (Sambil mengangkat tangan kanan) Salam bagi kamu yang dikasihi. Tuhan memberkati engkau!

J : (Sambil mengangkat tangan kanan) Kasih-Nya pun kiranya menjadi bagianmu! (Jemaat duduk)

PADUAN SUARA

LITANI SYUKUR

PF : Dalam syukur selalu ada lantunan syair sukacita yang dipenuhi ketakjuban atas segala yang dilihat, dirasakan, dan dialami.

J : Rahmat-Mulah ya Tuhan yang telah memperjumpakan kami untuk menyatu dalam kebersamaan mensyukuri penyertaan-Mu sampai di tahun ke-75 Pelayanan Keluarga Ibu GMIST.

PF : Oh, sungguh alangkah baik dan indahnya apabila kami diam bersama dengan rukun. Dalam kesatuan hati, dalam kesatuan misi, dan dalam kesatuan visi di hidup keumatan dan kehambaan ini.

J : Kasih-Mulah yang telah membuat segala hal yang tak mungkin menjadi mungkin. Kau ukir begitu indah setiap perbedaan menjadi bingkai yang mempersatukan. Bahkan dalam derap langkah bersaksi, bersekutu, dan melayani tak ada yang berjalan terlalu cepat dan tak ada yang berjalan terlalu lambat. Sampai di titik ini kerinduan untuk berjalan bersama terus mewujud dalam wadah Pelayanan Keluarga Ibu GMIST.

PF+J: Ya Tuhan terimalah segala syukur kami.

Menyanyi PKJ 244:1 “SEJENAK AKU MENOLEH”
Sejenak aku menoleh pada jalan yang t’lah kutempuh. Kasih Tuhan kuperoleh, membuatku tertegun. Jalan itu penuh liku, kadang-kadang tanpa t’rang. Tapi Tuhan membimbingku hingga aku tercengang. Kasih Tuhan membimbingku dan hatiku pun tenang.


PENGAKUAN DOSA
PF : Roma 3:23 berkata: ”Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah.” Dosa adalah wujud dari pengingkaran iman, matinya pengharapan, dan ketiadaan kasih yang sejati. Dosa telah memisahkan hubungan akrab manusia dan Allah. Tapi Allah yang Mahakasih mau datang dan menjumpai kita yang berdosa. Yesus Kristus adalah wujud kasih Allah. Marilah mengaku segala dosa-dosa kita:

PF : Ya Tuhan Allah yang Mahapengasih kami menghadap Engkau dalam malu dan tak layak karena kami telah gagal menjadi pancaran kemuliaan kasih-Mu di tengah-tengah dunia ini. Kesaksian kami tentang Engkau sering menjadi redup manakala kesabaran kami diuji dan berbuah pada iri hati, suka memegahkan diri, dan hidup dalam kesombongan atas setiap pencapaian yang kami gapai.

J : Ampunilah dosa kami.

PF : Kami bangga disapa sebagai ibu sebab ibu adalah pancaran kasih yang sejati, simbol kesantunan dan kelemahlembutan. Namun, Engkau sering menjumpai kami menjadi pribadi yang memiliki sifat-sifat kasar, tidak dapat menguasai diri dari keinginan untuk marah, tidak suka untuk saling mengampuni dan menanam akar pahit dalam hati.

J : Kasihanilah kami yang berdosa ini.

PF : Persekutuan pelayanan kami kadang menjadi retak karena masing-masing dari kami lebih suka mementingkan kepentingan diri sendiri. Sementara terhadap mereka yang lemah dan membutuhkan perhatian, tak ada kepedulian yang kami tunjukkan.

PF+J: Ya Tuhan Allah, ampunilah segala dosa kami. Kami tidak menemukan sukacita atas semua pelanggaran dan kesalahan yang telah kami lakukan, yang ada hanyalah kehampaan. Datanglah kepada kami dalam belas kasih-Mu, pulihkan hidup kami yang retak agar hidup persekutuan ini dipenuhi dengan damai sejahtera-Mu. Dalam kasih Yesus Kristus kami berdoa. Amin


Menyanyi PKJ 37:1, 2 “BILA KURENUNG DOSAKU”

(1)Bila kurenung dosaku pada-Mu, Tuhan, Yang berulang kulakukan di hadapan-Mu, Refr: Kasih sayang-Mu perlidunganku. Di bawah naungan sayap-Mu damai hatiku. Kasih sayang-Mu pengharapanku. Usapan kasih setia-Mu s’lalu ku rindu.

(2)Rasa angkuh dan sombongku masih mengoda iri hati dan benciku kadang menjelma. Refr:


BERITA ANUGERAH ALLAH

PF : Tuhan adalah Allah yang Mahamendengar setiap seruan permohonan dan pengakuan tobat akan dosa umat-Nya. Dia bersedia untuk mengampuni dan membaharui seantero kehidupan kita. Seperti firman-Nya: ”Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu” (Mzm. 86:5).

Menyanyi PKJ 265:1 “BUKAN KARNA UPAHMU”

Bukan karna upahmu dan bukan karna kebajikan hidupmu, Bukan persembahanmu dan bukan pula hasil perjuanganmu: Allah mengampuni kesalahan umat-Nya, oleh karna kemurahan-Nya, melalui pengorbanan Putra Tunggal-Nya ditebus-Nya dosa manusia. Refr: Bersyukur, hai bersyukur kemurahan-Nya pujilah! Bersyukur hai bersyukur selama-Nya!

PEMBERITAAN FIRMAN

  • Doa

  • Pembacaan Alkitab: I Korintus 13:1-13

  • Khotbah

  • Nyanyian Sambutan setelah khotbah


PKJ 277:1-3 SEKALIPUN DIRIKU DAPAT BERKATA-KATA

(1) Sekalipun diriku dapat berkata-kata dengan semua bahasa, bahasa manusia dan bahasa malaikat, ataupun yang lainnya, tapi jika aku tak mempunyai kasih, aku serupa gong yang menggema dan canang yang gemerincing.

(2)Sekalipun diriku memiliki karunia, karunia bernubuat, sekalipun diriku punya iman sempurna untuk pindahkan gunung, tapi jika aku tak mempunyai kasih, tiada berguna lagi diriku, tiada berguna diriku.

(3)Sekalipun diriku membagikan semua harta yang kumiliki, bahkan aku serahkan tubuh jiwa ragaku, Dibakar pun ku sudi, tapi jika aku tak mempunyai kasih, tiada berguna lagi diriku, tiada berguna diriku.

PERSEMBAHAN
PF : “Karena Allah, kami nyanyikan puji-pujian sepanjang hari, dan bagi nama-Mu kami mengucapkan syukur selama-lamanya” (Mzm. 44:9). Marilah memberi persembahan syukur kepada Tuhan. Sementara memberi persembahan kita menyanyi:

PKJ 282:1-6“TUHAN TOLONGLAH BANGUNKAN IMAN”

(1)Tuhan, tolonglah, bangunkan iman; pulihkanlah kasih yang remuk (2x) Ubahlah hatiku, jamahlah diriku biar di tangan-Mu berbentuk. Tuhan tolonglah bangunkan iman pulihkanlah kasih yang remuk.

(2)Hati bersujud, jiwa menyembah; hidupku masyhurkan kasih-Mu (2x). Trimalah baktiku, layakkan diriku untuk kemuliaan nama-Mu. Hati bersujud, jiwa menyembah; hidupku masyhurkan kasih-Mu.

(3)Harta dan karya, takhta dan nama kusembahkan bagi nama-Mu (2x). Trimalah, ya Tuhan, baktiku bagi-Mu dan berkati akta imanku. Harta dan karya, takhta dan nama kusembahkan bagi nama-Mu.

(4)Urapi, Tuhan, bibir mulutku jadi saksi kebaikan-Mu (2x). Pakailah diriku, berkati budiku untuk melukiskan kasih-Mu. Urapi, Tuhan, bibir mulutku jadi saksi kebaikan-Mu.

(5)Kasihku, Tuhan, baktiku, Tuhan, tak setara kemurahan-Mu (2x). Tetapi rahmat-Mu tak hitung jasaku, sangatlah besar dan mulia. Kasihku, Tuhan, baktiku, Tuhan, tak setara kemurahan-Mu.

(6)Kuingin hidup, ku rindu kerja makin giat dan makin tekun (2x). Kuatkan batinku, hidupkan tekadku menjadi bentara kasih-Mu. Ku ingin hidup, ku rindu kerja makin giat dan makin tekun.

DOA SYUKUR DAN SYAFAAT

NYANYIAN PENUTUP (Jemaat Berdiri)

PKJ 264:1-2 “APALAH ARTI IBADAHMU”

(1)Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan, bila tiada rela sujud dan sungkur? Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan, bila tiada hati tulus dan syukur? Refr: Ibadah sejati, jadikanlah persembahan. Ibadah sejati: kasihilah sesamamu! Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan, jujur dan tulus ibadah murni bagi Tuhan.

(2)Marilah ikut melayani orang berkeluh, agar iman tetap kuat serta teguh. Itulah tugas pelayanan, juga panggilan, persembahan yang berkenan bagi Tuhan. Refr:


NASIHAT DAN BERKAT :
PF : Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang mempunyai keluhan terhadap yang lain; sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, perbuatlah juga demikian. Di atas semuanya itu: Kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan (Kol. 3:12-14). Atas dasar nasihat Rasuli ini terimalah berkat Tuhan: Tuhan memberkati dan melindungi saudara-saudara; Tuhan menyinari dengan wajah-Nya dan memberi saudara-saudara kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepada saudara-saudara dan memberi saudara-saudara damai sejahtera.

J : Amin …..Amin ….. Amin (dinyanyikan)

Jemaat Duduk

---Saat Teduh---