A. Teknis
Di setiap pelaksanaan PA (Penelaahan Alkitab) didahului dengan doa. Jika peserta penelaahan Alkitab yang hadir kurang dari 5 orang, tidak perlu dibagi kelompok. Sebaliknya, jika peserta antara 5-10 orang, perlu pembagian kelompok. Jumlah anggota dalam kelompok berkisar antara 3-4 orang. Untuk kehadiran antara 10 sampai 30 orang dibagi antara 5 -7 orang per kelompok. Untuk kehadiran antara 31 sampai 50 orang, peserta PA untuk satu kelompok berkisar antara 7 sampai 10 orang. Untuk peserta lebih dari 50 orang, peserta diskusi dapat dibagi untuk 3-5 orang yang duduk berdekatan, atau dapat disesuaikan dengan fasilitas pendukung yang ada.
B. Tata Penelaahan:
è Pembukaan (5–10 menit): Sapa peserta, doa pembukaan.
è Pembacaan Teks (5 menit): Baca Yohanes 1:9 bersama-sama atau satu orang membacakan 3x.
è Pemahaman Teks (10–15 menit).
è Diskusi Kelompok (20–30 menit): Fasilitator bisa mendorong diskusi lebih dalam dengan pertanyaan teks (a), refleksi pribadi (b), dan tindakan iman (c).
è Aplikasi dan Doa (10 menit): Ajak peserta menuliskan satu komitmen praktis. Doakan komitmen itu secara pribadi atau bersama-sama.
C. Materi Penelaahan: Perikop : Yohanes 1:9
“Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.”
Ἦν τὸ φῶς τὸ ἀληθινόν, ὃ φωτίζει πάντα ἄνθρωπον, ἐρχόμενον εἰς τὸν κόσμον (Ēn to phōs to alēthinon ho phōtizei panta anthrōpon erchomenon eis ton kosmon).
1. Latar Belakang Historis
Ayat ini bagian dari prolog Injil Yohanes (Yoh. 1:1-18) yang memperkenalkan Yesus sebagai Firman (Logos) - kekal bersama Allah, pencipta segala sesuatu, dan sumber hidup.
Istilah “terang” dalam Injil Yohanes memiliki makna teologis dan eksistensial, yakni: Terang melambangkan kebenaran, wahyu, dan kehidupan dari Allah. Kegelapan menggambarkan dosa, kebutaan rohani, dan penolakan terhadap Allah.
Dalam dunia Yunani-Romawi dan Yahudi, “terang” sering dikaitkan dengan pengetahuan dan hikmat ilahi. Yohanes memakai simbol ini untuk menunjukkan bahwa Yesus datang sebagai Terang sejati (ἀληθινόν, alēthinon) — bukan sekadar cahaya moral atau intelektual, melainkan Terang yang membawa keselamatan dan hidup sejati.
2. Kajian Ayat per ayat
a. Erchomenon (ἐρχόμενον) mengacu pada phōs (φῶς - “terang”). Terang itu sendiri datang ke dunia - menunjuk pada inkarnasi Kristus.
b. Phōs to alēthinon (φῶς τὸ ἀληθινόν) - “Terang yang sesungguhnya.” Dalam Injil Yohanes, “terang” melambangkan penyataan diri Allah, kebenaran, dan hidup. Kata ἀληθινόν (alēthinon) bukan hanya berarti “benar”, melainkan “yang asli, yang sejati, yang penuh.” Jadi Yesus adalah Terang Ilahi yang sejati, bukan sekadar terang moral atau intelektual.
c. Ho phōtizei panta anthrōpon (ὃ φωτίζει πάντα ἄνθρωπον) – “yang menerangi setiap orang.” Kata kerja dalam bentuk present tense menunjukkan tindakan terus-menerus.
“Setiap orang” menegaskan sifat universal dari kasih karunia Allah: tidak ada manusia yang sepenuhnya tanpa cahaya dari Allah. (bdk. Yoh. 3:19; 8:12; 12:46).
d. Erchomenon eis ton kosmon (ἐρχόμενον εἰς τὸν κόσμον) - “yang datang ke dalam dunia.” “Dunia” (κόσμος) dalam Yohanes berarti: Dunia ciptaan (tempat manusia hidup); Dunia yang telah jatuh dalam dosa dan menolak Allah. Partisip ἐρχόμενον (present participle) menunjukkan kehadiran yang sedang berlangsung - terang itu terus datang, bukan hanya sekali waktu. Ini menunjuk pada inkarnasi Kristus, tetapi juga pada kehadiran-Nya yang berkelanjutan dalam sejarah dan gereja.
Makna Teologis
1. Kristus sebagai Terang Sejati. Ia bukan sekadar pembawa terang, melainkan Sumber terang itu sendiri, yang menyingkapkan Allah dan memberi hidup (Yoh. 8:12).
2. Penerangan yang universal. Terang itu menyinari semua orang - tetapi tidak semua orang menerima terang itu (Yoh. 1:10–11). Kasih karunia Allah ditawarkan kepada semua, tetapi menjadi nyata hanya dalam iman dan penerimaan.
3. Inkarnasi sebagai Kedatangan Terang. “Datang ke dalam dunia” menandai misteri inkarnasi: Allah memasuki kegelapan manusia untuk menerangi dan menebusnya. Dalam Kristus, terang ilahi menyentuh realitas manusia.
3. Pertanyaan
a. Pemahaman Teks
1. Apa yang dimaksud dengan “terang yang sesungguhnya” dalam Yohanes 1:9?
2. Mengapa Yohanes mengatakan bahwa terang itu “menerangi setiap orang”?
3. Bagaimana hubungan antara “terang” dan “Firman” dalam prolog Yohanes?
b. Refleksi Pribadi
1. Dalam bagian mana hidup saya masih berada dalam “kegelapan”?
2. Bagaimana pengalaman saya ketika terang Kristus menyinari hidup saya?
3. Apa bentuk konkret saya menjadi pembawa terang bagi orang lain?
c. Tindakan iman
• Langkah apa yang bisa saya ambil minggu ini untuk membagikan terang Kristus di rumah, tempat kerja, atau jemaat?
4. Catatan Penutup
Yohanes 1:9 mengingatkan bahwa terang Allah tidak pernah padam, meski dunia menolak atau menentangnya. Yesus Kristus terus datang - dalam firman, dalam sakramen, dalam kasih, dan kesaksian gereja - untuk menerangi setiap hati yang mau terbuka.
“Barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12).
Penelaahan Alkitab, November 2025
Pemb. Alk. : Yohanes 1:9
PETUNJUK PENELAAHAN ALKITAB
Dipersiapkan Oleh: Pdt. Dr. Welman Boba